
Alahmdulillah hari ini Kamis, 08 Mei 2025 kami telah melaksanakan Forum Penyusunan Rencana Strategis Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Tanjung Jabung Barat Tahun 2025-2029. Forum ini bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi yang dibutuhkan untuk menyusun Renstra, untuk menyelaraskan program dan kegiatan dengan kebijakan pemerintah pusat dan daerah, mencapai tujuan pembangunan daerah secara lebih efektif dan efisien, serta mempertajam target kinerja Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura agar sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam rangka untuk mendukung pencapaian Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat 2025-2029.
Dalam analisis lingkungan organisasi pada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tanjung Jabung Barat, diperoleh faktor-faktor lingkungan strategis sebagai berikut :
Lingkungan Internal
A.1 Kekuatan (Strengths)
a. Asta Cita ke-2 Presiden dan Wakil Presiden RI, yaitu memantapkan pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian pangan melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi, kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru,
b. Misi ke-3 Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, yaitu Berkah dalam Upaya peningkatan Pertumbuhan Ekonomi serta Pemerataan Pembangunan dari Desa ke Kota yang Berkelanjutan.
A.2 Kelemahan (Weaknesses)
a. Kurangnya kinerja penyuluh pertanian lapangan akibat jumlah tenaga penyuluh pertanian lapangan semakin berkurang dari tahun ke tahun/belum memadai,
b. Struktur organisasi perangkat daerah yang sudah tidak relevan dengan kondisi dan peraturan yang ada,
c. Regulasi-regulasi yang ada belum sejalan dengan kebutuhan petani, dan belum sepenuhnya mendukung pencapaian program pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura.
Lingkungan Eksternal
B.1 Peluang (Opportunities)
a. Kabupaten Tanjung Jabung Barat merupakan daerah strategis yang berada dalam kawasan pertumbuhan ekonomi,
b. Jumlah penduduk Tanjung Jabung Barat semakin bertambah,
c. Tersedianya potensi lahan yang memadai untuk pengembangan kawasan pertanian tanaman pangan dan hortikultura,
d. Adanya kebijakan tidak impor beras dan jagung yang dilakukan oleh Pemerinta Pusat.
B.2 Ancaman (Threats)
a. Luas lahan pertanian sub sektor tanaman pangan semakin menurun yang disebabkan alih fungsi lahan,
b. Perubahan iklim yang disebabkan karena pemanasan global yang dapat mengganggu jadwal tanam, mengakibatkan bencana kekeringan sehingga menimbulkan resiko kegagalan produksi pangan,
c.Pengelolaan air yang buruk, terutama di lahan rawa lebak, menjadi kendala utama karena air terlalu tinggi saat musim hujan dan berkurang saat kemarau,
d. Lahan pertanian yang semakin kritis karena salah dalam pengelolaan dan penggunaan sarana produksi (pupuk dan pestisida non-organik) secara terus menerus dan berlebihan,
e. Jumlah Petani yang semakin berkurang.
Dalam periode 2025-2029, ada beberapa sasaran yang ingin kami capai, antara lain :
1.Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik dan Kinerja Perangkat Daerah (dengan indikator kinerja : Nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan ilai Indeks Kepuasan Masyarakat)
2. Meningkatnya Penggunaan Alat Mesin Pertanian yang Inovatif, ramah lingkungan, efisien, dan hemat energi (dengan indikator kinerja : Jumlah Inovasi yang tercipta),
3.Meningkatnya Jumlah Petani (dengan indikator kinerja : Jumlah Petani Milenial yang tercipta),
4. Meningkatnya Produksi Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura.
Harapan kami kedepannya, selain tercapainya swasembada pangan, pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura Kabupaten Tanjung Jabung Barat bisa menjadi salah satu salusi untuk mengentaskan/mengurangi angka kemiskinan dan stunting. Menjadi solusi untuk membuka lapangan pekerjaan dan usaha, serta mendukung pencapaian Misi-misi Bapak Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat kita, yaitu Berkah Dalam Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia dan Kondisi Sosial Yang Tenteram, Tertib, Mantap dan Inovatif. Dan Berkah dalam Upaya peningkatan Pertumbuhan Ekonomi serta Pemerataan Pembangunan dari Desa ke Kota yang Berkelanjutan.
Pangan Merupakan Soal Mati-Hidupnya Suatu Bangsa; Apabila Kebutuhan Pangan Rakyat tidak Dapat Dipenuhi, Maka “Malapetaka”. Oleh Karena Itu, Perlu Usaha Besar-Besaran, Radikal, dan Revolusioner
